Batang, 8 Agustus 2026 — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Kalisalak melaksanakan program sosial kemasyarakatan “LANSIA AKTIF” melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan, senam lansia, edukasi makanan bergizi, dan kegiatan kreatif membuat clay di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan keaktifan lansia melalui stimulasi fisik, motorik, kognitif, serta interaksi sosial.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan kepada lansia melalui aktivitas yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk tetap aktif, kreatif, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah serta pengecekan kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat. Peserta juga mendapatkan pendampingan dalam pengisian kuesioner penyakit tidak menular (PTM).
Setelah pemeriksaan kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan senam lansia. Mahasiswa memberikan contoh gerakan secara perlahan dan menyesuaikannya dengan kemampuan peserta. Pendampingan dilakukan untuk memastikan lansia dapat mengikuti gerakan dengan aman sekaligus menciptakan suasana olahraga yang menyenangkan. Kegiatan senam diikuti secara aktif oleh para peserta yang tampak antusias selama kegiatan berlangsung.
Selain aktivitas fisik, lansia juga memperoleh edukasi mengenai makanan bergizi yang dapat dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya pemilihan makanan yang sesuai untuk menunjang kesehatan lansia.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas membuat clay sebagai bentuk stimulasi motorik halus dan kognitif. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri atas 6–7 orang dalam satu meja. Setiap peserta mendapatkan clay dan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk membentuk berbagai karya sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Mahasiswa memberikan demonstrasi dan arahan sebelum peserta mulai membuat karya. Selama proses berlangsung, mahasiswa turut mendampingi dan mendorong peserta untuk berkomunikasi serta berinteraksi satu sama lain. Aktivitas tersebut menghasilkan berbagai karya kreatif yang kemudian dapat dibawa pulang oleh masing-masing lansia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Menurut Naufal Hanif, kegiatan membuat clay dipilih karena dapat menjadi aktivitas sederhana yang mendorong lansia untuk tetap aktif secara fisik dan mental. ” ujarnya.
Pelaksanaan program melibatkan mahasiswa dari beberapa bidang keilmuan. Citra Angraini dari Program Studi Gizi membantu pemeriksaan kesehatan dan pencatatan hasil pemeriksaan. Muhamad Arya Lukmana dari Program Studi Oseanografi mendampingi kegiatan senam lansia. Naufal Hanif Sabilaa dari Program Studi Teknik Geologi mendampingi kegiatan pembuatan clay, sedangkan Rana Khairunisa dari Program Studi Statistika memberikan materi mengenai makanan bergizi bersama mahasiswa Gizi.
Secara keseluruhan, program “LANSIA AKTIF” dapat terlaksana dengan baik dan kondusif. Hasil pemeriksaan kesehatan peserta dicatat untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam data Puskesmas Batang. Sementara itu, kegiatan senam, edukasi gizi, dan kreasi clay memberikan pengalaman aktivitas fisik, pengetahuan, kreativitas, serta interaksi sosial bagi para lansia.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap kegiatan sederhana yang melibatkan aktivitas fisik, edukasi, dan kreativitas dapat terus mendorong lansia untuk menjalani aktivitas yang aktif dan menyenangkan. Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Desa Kalisalak.
Penulis: Citra Angraini, Rana Khairunisa, Naufal Hanif Sabilaa, Muhamad Arya Lukmana
Fotografer: Naufal Hanif Sabilaa, Citra Angraini












Leave a Reply