MAHASISWA KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO AJARKAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MELALUI ECO ENZYME KEPADA IBU-IBU PKK GUNA DUKUNG LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI DESA KALISALAK

KALISALAK, BATANG – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menyelenggarakan program kerja Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Eco Enzyme yang bertempat di Balai Desa Kalisalak pada Minggu (26/7). Kegiatan ini diikuti oleh 20 ibu-ibu PKK Desa Kalisalak sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan. Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Melalui program ini, ibu-ibu PKK tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan sampah organik menjadi eco enzyme, tetapi juga didorong untuk berperan aktif dalam menjaga kelangsungan pengelolaan sampah di lingkungan desa.

Materi dibawakan oleh lima mahasiswa dengan pembagian sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ayas dari jurusan Hukum membuka sesi dengan pemaparan mengenai pemberdayaan perempuan dan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah, merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Peserta diajak memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari kebiasaan di lingkungan rumah tangga.

Selanjutnya, Fazrin dari jurusan Manajemen membawakan materi penguatan peran ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan dalam pengelolaan sampah organik. Melalui pendekatan pemberdayaan, peserta didorong untuk lebih aktif memanfaatkan limbah dapur menjadi eco enzyme sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan di rumah masing-masing.

Materi ketiga dibawakan oleh Citra dari jurusan Gizi, yang membahas pemanfaatan limbah pangan sebagai upaya mengurangi food waste di tingkat rumah tangga. Peserta dikenalkan pada dampak limbah makanan terhadap lingkungan, manfaat eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari, hingga berbagai bentuk pemanfaatannya sebagai hasil pengolahan sampah organik.

Untuk memastikan program dapat terus berjalan setelah KKN berakhir, Zahra dari jurusan Administrasi Publik menyampaikan materi strategi keberlanjutan program Eco Enzyme, meliputi pembagian peran dalam kelompok PKK, mekanisme pelaksanaan kegiatan secara rutin, pengelolaan bahan baku, pemanfaatan hasil eco enzyme, hingga evaluasi berkala. Sebagai pendukung, Jasmin dari jurusan Informasi dan Humas menghadirkan flipbook panduan dan video tutorial pembuatan eco enzyme yang dapat diakses kembali oleh peserta sebagai media belajar mandiri.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi praktik pembuatan eco enzyme berlangsung. Sebagian ibu-ibu bahkan mencatat langkah-langkah pembuatannya di buku masing-masing agar dapat mempraktikkannya kembali di rumah. Sesi ini turut dilengkapi dengan tanya jawab, di mana peserta aktif menanyakan berbagai hal seputar takaran bahan hingga cara penyimpanan eco enzyme yang benar.

Wakil Ketua PKK Desa Kalisalak menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing. “Kami berharap ibu-ibu tidak berhenti pada pelatihan hari ini, tetapi dapat menjadikan eco enzyme sebagai kebiasaan dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus mengajak warga lainnya ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Melalui pendampingan dan media panduan yang telah disiapkan, program Eco Enzyme diharapkan dapat terus dilaksanakan secara mandiri oleh kelompok PKK Desa Kalisalak setelah kegiatan KKN berakhir.

Penulis            : Fazrin Rohimatur, Zahra Aliyya, Citra Angraini, Nadya Nur Jasmin, Ida Ayu Widharani Mahayasti

Kontak Media : @kknundip.desakalisalak

About The Author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *